Seringnya muncul berbagai kedoliman entah dahulu atau saat ini atau ke depan, bagaimana mensikapi itu semua ?. Blog ini pernah menguraikan tentang contoh kedoliman yang berlaku terhadap umat sebelum nabi Muhammad SAW dalam tulisan ini. Yang sering didengar dan dipahami kalangan siapapun baik muslimin muallaf atau sudah muslim sekian tahun, bahwa saat Nabi Muhammad SAW pulang dari Thaif sempat ditawari malaikat untuk penghancuran bagi kawasan yang menolak ajakan risalahnya (dakwahnya). Namun beliau bahkan tidak menerima usulan malaiikat ini hingga mendoakan kebaikan bagi generasi penerusnya baik anak, cucu dan seterusnya. Karena mereka belum memahami siapa dan apa tugas kenabian. Intinya doa rasululloh SAW saat itu, semoga di hari kemudian mereka akan mendapatkan petunjuk (hidayah).
 |
| gambar hanya pemanis dan ilustrasi bebas |
Siang tadi dalam rouhah masjid Riyadh Solo dengan materi sahih Bukhori kebetulan sampai bahasan tentang kotoran (organ hewan) yang mengandung darah berada di atas punggung orang sedang sholat, bagaimana mensikapi ?. Imam Bukhori ketengahkan nukilan hadisnya agak panjang tentang kisah mereka kafir quraisy dengan tokoh tokohnya meledek atau mempermainkan rasululloh SAW saat sholat sekitar Ka'bah. Tentu ini kejadian di Makkah di awal awal Islam dan Fatimah RA sudah masuk kanak kanak yang sedikit paham keadaan.
Intisari dari hadist tsb, para tokoh tokoh Makkah yang kafir ini bercengkrama hingga kebablasan menempelkan organ hewan sembelihan (bagian dalaman) ke atas punggung rasululloh SAW saat sedang sholat. Beliau tetap dalam keadaan solatnya, tidak mengangkat tubuhnya serta membuang kotoran di atas nya padahal di sisa sisa daging ini tentu terkandung darah. Ini bisa jadi fikih sendiri bagaimana hukum ketempelan darah saat sholat, namun bukan masuk bahasan tulisan ini. Ibnu Ma'ud RA sahabat muda (sekels ABG katakanlah) melihat sikon ini diam, tak bisa berbuat apa apa karena yang dihadapi mereka tokoh tokoh yang terkenal kaya dan berpengaruh. Jika saja Ibnu Mas'ud RA nekad menolong rasululloh SAW, nyawanya terancam. Apalagi mereka saat berkumpul itu sambil tertawa (baca cengengesan dengan kesombongannya).
 |
| nukilan hadis yg dibahas (klik buat perbesaran) |
Alhasil keluarlah anak perempuan yakni Fatimah RA melihat ayahnya dengan kondisi ditertawakan serta olok olokkan padahal sedang solat, iba dan bisa jadi (baca menangis ala anak anak) membersihkan kotoran yang ada di punggung ayah beliau. Kenapa tokoh tokoh ini tak berkutik ? Tentu jika mereka kasar kepada anak anak terkhusus perempuan, sebuah aib yang besar di kalangan tokoh masyarakat saat itu. Dan rasululloh SAW meneruskan solat nya (sujud nya) lalu angkat kepala sambil mendoakan laknat kepada mereka satu persatu (bisa jadi rasululloh mendengar suara mereka hapal betul siapa siapanya). Hanya ibnu Mas'ud RA lupa sebut nama yang ke-7. Mereka mereka yang didoakan laknat adalah sbb :
- Abu Jahal
- Utbah Bin Rabiah
- Syaiabah Bin Rabiah
- Walid Bin Uqbah
- Uqbah Bin Abu Muaith
- Umayah Bin Kholaf
- ...........(ibnu mas'ud RA lupa)
Dan di tahun tahun berikutnya mereka ternyata tewas semua dalam perang Badar yang berlangsung di wilayah Madinah (sesudah hijrah lk tahun ke-2). Diijabahnya doa rasululloh SAW tidak seketika saat usai sholatnya, namun menunggu beberapa waktu dan hanya Sang Khaliq yang Maha Tahu tentang balasannya bagaimana dan wujudnya bagaimana dan kapan kejadiannya.
 |
| terjemahan hadist diatas (klik buat zoom) |
Habib Umar Assegaf yang membawakan materi ini (sebagai badal, pengganti) nara sumber yang sedang udzur mustinya Habib Asyakir memberikan catatan terkait doa laknat rasululloh SAW ini. Yakni, Beliau sudah diberi Kasyaf (tabir dibuka bahwa mereka nanti mati dlm keadaan kufur kepada Alloh SWT). Tentu Kassyaf ini bukan barang sembarangan, sebab hanya kalangan tertentu yang diberikan umumnya para Nabi Rasul itu pun tidak semuanya, ini adalah wilayah prerogatif Alloh SWT sebagaimana dicantumkan di akhir akhir Surah Jin. Dalam QS Al Kahfi jelas ada kisah Khidir AS diberi Kasyaf sedangkan nabi Musa AS malah tidak, sehingga Khidir AS diijinkan untuk : merusak kapal, membunuh anak, hingga menggratiskan renovasi. Yang kesemuanya adalah perintah Alloh SWT. Poin ini yang penting karena manusia secara umum bukan wilayah Kasyaf.

Ada beberapa option jika seseorang atau bisa jadi kelompok alami kedoliman, karena bagaimanapun sudah diumumkan personal atau komunal yang terdolimi, doanya akan maqbul dan cepat terbaca oleh algoritma Sang Khaliq. Hanya saja jika TERDOLIMI lantas MELAKNAT, hasil akhirnya akan bermanfaat bagi yang bersangkutan atau bisa merubah keadaan ?. Masih ada option SABAR dan WAIT & SEE sambil menunggu takdir takdir berikutnya yang Insya Alloh dan pasti ada sesuatu yang lebih baik. Nabi Muhammad SAW tentu hormat akan kesabaran Nabi Nuh AS yang hampir 1000 th dalam kesabaran, namun doanya tidak Beliau SAW tiru yakni doa minta dilenyapkan mereka mereka yang kepada ajaran N Nuh AS.
Dalam kancah kenegaraan (baca urusan besar masyarakat), tentu bisa dipilih hal hal yang sifatnya masih diijinkan mengingat posisi masyarakat atau rakyat yang kadang kadang masih lemah secara posisi. Melalui wakil wakil di anggota dewan, kadang membosankan ?. Dan tentang ini, pasti dan so pasti suara suara muslimin akan bervariasi hingga memakan waktu yang tiada ujung pangkalnya. Antara yang pro dan kontra. Dan yang terpenting, para pemirsa dan siapapun insya Alloh masih jauh dari Kasyaf yang biasa dimiliki para wali, nabi serta rasul
Usai kajian tadi sebenarnya masih ada hal hal yang perlu dibicarakan dan ditanyakan, namun majelis masjid Riyadh memang amat terbatas waktunya dan nara sumber juga miliki kesibukan lain usai jadwal yang rutin tiap siang ini.
Wallohu A'lam
1 Comments
#venezuela. welcome
ReplyDeleteterimakasih sudah atensi