Pekan ini seluruh mata masyarakat Indonesia dipertontonkan penampakan adu argumentasi antara penuduh (dr Tifa CS) dengan tertuduh (mantan presiden Indonesia) dengan materi utama tentang ijasah sebuah kampus besar UGM. Satu pihak menyatakan palsu, pihak lain menyatakan aseli. Sengketa demikian sepertinya mudah diselesaikan, yakni dengan mempertemukan kedua belah pihak lalu diangkat seorang hakim untuk menilai keaselian material yang dimaksud. Realitasnya ? Tidak mudah semudah mendapatkan es teh jumbo yang lagi passing secara merata di berbagai area. Sejenak kita lupakan tentang materi contoh tersebut. Akan kita bawa ke ranah lain, yang hampir mirip dan sangat dikenal di dunia Islam. Apa itu, yakni adanya Nabi Palsu. Berarti ada Nabi Aseli ?. Betul sekali para penyimak yang budiman.

Nama Musailamah Al Kadzab (musailamah sang pendusta) sudah akrab di kancah khasanah muslimin juga ahli sejarah sebagai nabi palsu, atau mengaku nabi palsu. Kabilah nya berasal dari Bani Hanifah yang termasuk awal awal menentang Muhammad sebagai nabi terakhir yang hidup di Makkah. Di saat tahun tahun kesedihan ('aamul khuzni) yakni rasululloh Muhammad SAW kehilangan istri tercinta Khodijah RA serta pamannya Abu Thalib, risalah kenabian menemui jalan buntu. Yakni penentangan di Makkah sendiri, bahkan musuh besar Abu Lahab dan Abu Jahal termasuk keluarga dekat, pemboikotan lebih kurang 3 th baik sosial ekonomi dan rasululloh SAW beserta pengikut musti tinggal di luar kota Makkah. Baik yang sudah muslim atau belum, asal mengikuti Muhammad langsung kena pinalti diskriminasi atau pengusiran. Rasululloh SAW akhirnya memilih kawasan yang disebut Syi'ib Abu Thalib.

sumber portal ustad abdus somad (fb)

Inilah awal awal yang cukup berarti kemenderitaan rasululloh SAW dan pengikutnya. Muncullah ide hijrah yang kedua bagi yang tak kuat menahan perlakuan warga Makkah. Untunglah ada raja di benua Afrika yang bagai hati emas menerima rombongan tsb yang berjumlah lebih kurang 90 an personil yang dipimpin oleh Ja'far Bin Abi Thalib RA (saudara Imam Ali RA). Kesedihan rasululloh SAW usai periode ini tak begitu lama kedatangan Suku Bani Daus yang mana Abu Hurairoh RA termasuk di dalamnya (namun masuk tahap di Madinah nantinya menjadi sahabat setia). Support kabilah ini cukup jadi obat sedih bagi nabi. Dan yang fenomenal adalah dimuliakannya rasululloh SAW dengan peristiwa Isro' Mi'roj. Sebuah rihlah (perjalanan) super istimewa yang tak pernah dialami oleh nabi rasul sebelumnya.

Nah, pasca Isro' Mi'roj penentangan masih berlanjut. Karena rasululloh SAW sudah pupus harapan di Makkah, dipilihlah promosi risalah nya dengan hadir di musim musim haji dimana berdatangan tamu tamu pelbagai penjuru. Tujuannya tak lain mengenalkan islam serta penggalangan  mitra serta kerjasama keamanan selagi dakwahnya berlangsung lebih lanjut. Tahap ini ada sebagian menerima, menolak dengan halus, ada juga yang menentang dengan keras bahkan dengan permusuhan. Darimana kalangan ini ? tak lain dari pihak Bani Hanifah, yakni rombongan di dalamnya ada nama Musailamah Al Kadzab (Nurul Yaqin Fii Siroh Sayyidil Mursalin, 70). Buah atau hasil panen tak jauh dari bibit bibit yang tertanam. Demikian kalimat kalimat umum yang biasa didengar.

tanda garis merah nama musailamah tertulis

Sejenak asal muasal daripada nama Musailamah yang akhirnya menjadi dan mengaku nabi palsu terkuak. Tidak semua kalangan bani hanifah akhirnya menentang, namun yang amat menonjol adanya nama ini dan akhirnya mengaku seorang nabi juga. Lalu apa hubungannya dengan Kepalsuan Itu Perlu Biaya Sangat Besar. Bagimana jika barang itu palsu atau katakan KW lah, lalu dengan energi ekstra ingin diakui sebagai barang yang aseli ?. Apakah konsumen langsung percaya ?. Bisa saja pengguna menjadi percaya, namun perlu semacam uang suap atau uang diam yang begitu banyak ?. Logis khan ?. Bisa dikatakan juga pernah ada masa ABS, Asal Bapak Senang.....entah kebijakan seorang penguasa atau pimpinan itu benar atau salah, begitu terima uang atau berujud jabatan semuanya akan diam bagai patung. Segalanya beres dan tersimpan rapi. Ini jadi pijakan dulu sebelum pembahasan lebih jauh. Coba ditarik ulur ke sebuah  ijasah atau lainnya yang semisal, berapa besar biaya yang dikeluarkan oleh pihak yang kebetulan belum mau atau belum bisa hadir di sidang pengadilan ?. Bisa milyaran atau bahkan Trilyunan ?. Wallohu A'lam.

Sekarang masuk ranah nabi palsu sebagaimana awal tema sebagi bahan percontohan. Penulis mendapat keterangan yang sifatnya mendengar langsung (sima'i) dari kajian habib Hanif Mulahela yang kebetulan mengisi materi siroh sahabat nabi Muhammad SAW (shiiroh sohabat). Kira kira 2 th lalu tiap kamis pagi jam 06.07 di masjid Assagaf Solo. Mungkin sekarang sudah selesai kitab tersebut dan digantikan oleh narasumber dengan materi lain pula. Apa isinya tentang nabi palsu ?. Yang jelas nabi palsu ini sempat ramai dan banyak pengikut di luar Madinah Makkah (haromain). Musailamah Al Kadzab mendapat sokongan dana luar biasa dari kalangan yahudi nasrani yang pusatnya di Syam, asalkan missinya membatalkan atau memusuhi nabi Muhammad SAW. Jika ini gagal, minimal mengakui adanya 2 kenabian. Percaya dengan nabi Muhammad SAW memang benar adanya, namun disertai akui kenabian Musailamah Al Kadzab juga. Dengan mengakui Musailamah sebagai nabi, otomatis yang sudah mengucapkan akan dilabeli murtad (keluar dari Islam)

habb hanif mulahela bisa live TV-10

Jika menolak ? Algojo algojo yang dibayar mahal siap melaksanakan perintah, bukan dengan ditembak mati (hukum saat ini) namun dimutilasi pelan pelan di hadapan khalayak ramai misal di alun alun atau tempat terbuka. Narasumber melanjutkan bahasannya, bahwa nabi palsu ini hidup saat nabi Muhammad SAW masih hidup juga, namun beda wilayah. Seingat penulis, domisili nabi palsu disebutkan di Yaman yang akhirnya nanti bisa ditumpas oleh khalifah pertama Abu Bakar RA. Akhir dari pembahasan beliau habib Hanif, bahwa ada 2 sahabat nabi Muhammad SAW ingin mendakwahi nabi palsu ini. Rasululloh SAW dengan tegas melarangnya, karena nabi palsu kekuatannya cukup kuat, algojo yang siap menerkam, serta finansial yang tak terbatas untuk perkuat kedudukan sang nabi palsu.

Diam diam mereka berdua berangkat (bisa dikatakan nekad lah), apa hasilnya ?. Karena perlakuan nabi palsu yang kejam namun awalnya disertai kewajaran saat nawarkan persaksian (syahadat) disamping syahadat kepada Muhammad juga kepada Musailamah. Satu sahabat gugur sebagai syahid (dimuilasi pelan pelan), satunya murtad karena tidak kuat menyaksikan kawannya disiksa sedemikian rupa. Tentu rasululloh usai mendengar khabar tsb beliau amat bersedih mengingat sudah ada warning sebelumnya.

Dari paparan diatas, kira kira adakah pertautan bahwa ada pihak pihak yang diperlakukan kasar bahkan diluar nurul entah ancaman, saat penangkapan bahkan jalannya sebuah persidangan yang sedang ada di negri +62. Ini sebuah gambaran yang base on sebuah siroh (perjalanan), bedanya di materi persoalan. Antara sebuah nama kenabian dengan sebuah tanda akhir kelulusan (ijasah) yang dua duanya bernilai sakral dan mengandung nilai yang sangat berharga.

Wallohu A'lam Bis Showab