Kisah atau kejadian yang merupakan ahsanul qoshos (kisah kisah teladan baik) dalam Al Quran diantaranya yang dialami Yusuf yang masih belia (ghulam). Hingga Sang Khaliq  mengakomodir dalam satu surah sempurna, tidak terdapat dalam surah surah yang lain. Ada juga surah Hud, surah Nuh dll bisa didapatkan kisahnya tersebar dalam pelbagai surah. Info ini diletakkan di permukaan kejadian atau awal awal surah menunjukkan atensi atau perhatian yang prima (ayat ke 3 surah Yusuf)

konon ada di daerah nablus palestina
نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ اَحۡسَنَ الۡقَصَصِ بِمَاۤ اَوۡحَيۡنَاۤ اِلَيۡكَ هٰذَا الۡقُرۡاٰنَ ‌ۖ وَاِنۡ كُنۡتَ مِنۡ قَبۡلِهٖ لَمِنَ الۡغٰفِلِيۡنَ

Kami (Alloh SWT) kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagai kisah paling bagus (baik) dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu. Dan sungguh engkau (Muhammad) sebelum itu termasuk orang orang belum mengerti (lalai).

Tentu para pembaca telah mengetahui secara global atau umum, tentang kisah Yusuf sejak kanak kanak hingga dewasa serta akhirnya menjadi pembesar di Mesir. Kesabarannya menjalani proses kehidupan yang awal awalnya dimusuhi saudara saudara sendiri (saudara seayah beda ibu). Ayahnya adalah seorang nabi rasul juga yakni N. Ya'qub AS, cucu dari N Ibrahim AS. Detail kisah tidak dibahas disini, sebab ini bisa jadi tulisan berbgai judul atau tema. Ada poin penting sekali, saat di titik paling rendah sebuah keputus asaan, yakni saat beliau Yusuf usai dilempar di sumur dan masih diijinkan Alloh SWT untuk hidup. 

Siapapun bisa alami kondisi atau keadaan serupa. Pesimis atau zero poin baik jiwa atau mental akibat tekanan, atau sesuatu diluar kemampuannya. Maryam AS pun pernah alami serupa yakni rasa malu luar biasa karena mengandung sementara tiada suami, sedangkan keluarga besarnya terkenal sebagai  keluarga luhur budi pekertinya. Imam Nawawi Al Bantani, ulama besar nasional yang sangat rekomended di Makkah zamannya, memberikan ulasan dalam maha karyanya Tafsir Munir atau Maroh Labib kejadian ini, di saat kritis dialami anak muda yang juga calon nabi rasul. 

pendiri muhamadiyah dan NU : murid imam nawawi

Penulis ambil center poin saja sebagi kupasan sangat penting, yakni ucapan doa Yusuf di saat keputus asaan ini muncul dan harus berbuat apa. Akhirnya diajarkan oleh Jibril doa yang menguatkan jiwa mentalnya meskipun di dalam sumur nan gelap dan pengap. Uraian  Uraian dlm tafsir Munir itu sebagai berikut :


Garis merah, awal dan akhir nukilan tafsir dalam 1 halaman. Adapun garis biru adalah ungkapan atau doa  Yusuf AS. Bisa diuraikan sebagai berikut tafsirnya :

Dan adalah di dasar sumur itu akhir jatuhnya Yusuf, lalu beliau merangkak ke batu yang ada dan duduk sekuatnya dalam keadaan menangis. Mereka (sdr sdr Yusuf yang diatas memanggil manggil dari atas, dan Yusuf menjawab seketika. Kesimpulannya, Yusuf masih hidup. Lalu mereka yang diatas hendak melemparkan lagi dengan batu batu yang ada, namun Yahudza (diantara team pelempar yang masih baik hatinya) mencegah pelemparan dengan batu usai Yusuf ada di dalam sumur. Yahudza inilah yang akhirnya diam diam membawa makanan makanan dilempar dari atas untuk Yusuf selama 3 hari 3 malam yang menjadikan nafas kehidupan Yusuf belia di kemudian hari.

Diriwayatkan, pasca pelemparan dan jatuh ke sumur, Yusuf mengucapkan doa (yang nantinya ini kita pakai sebagai ijasah dari beliau) yaitu (garis biru) :


Wahai Dzat Yang Menyaksikan dan Tidak Ghoib. Wahai Dzat Yang Dekat tanpa Jauh sedikitpun, Wahai Dzat Yang Menang tanpa dikalahkan oleh siapapun, jadikanlah urusanku ada jalan keluar dan penyelesaian. 

Apakah bisa dipakai lafadz doa Yusuf yang masih belia ini ?. Bagaimana dengan doa nabi Yunus AS saat di perut ikan yang besar, atau doa Nabi Adam AS usai kena masalah buah khuldi ?. Tentu samalah kedudukannya, hanya memang doa Yusuf muda masih kurang familier karena tidak dicantumkan dalam ayat suci (Al Quran). Tentu doa dibaca bisa kapan saja, jika merunut asal mula kejadian memang saat saat yang genting bahkan saat seorang sudah habis energi, asa (harapan) bahkan arah kemana akan melangkah. Dan penulis jadikan tema Ijasah Doa Yusuf Saat Musibah Di Sumur

Wallohu A'lam