Sehari usai periksa ke dokter dan dinyatakan tensi atau tekanan darah nya menurut artikata.com yang terukur 250, saya mengharuskan diri untuk menjaga makanan yang bisa menyebabkan kenaikan tensi minimal menghindari yang asin dan daging. Dengan nilai 250 memang tergolong tinggi, sebab saudara ipar saya dengan nilai tensi 210 sudah tidak bicara bicara dan harus diopname (menginap) di RS PKU Muhammadiyah Surakarta dan memakan waktu lebih kurang 1 minggu (pekan) dan alhamdulillah, 2 hari lalu saat saya bezuk pada angka 175 itu pun bicara masih kesulitan dan berjalan dengan cukup pelan pelan. Sedang Ibu, alhamdulillah masih seperti biasa hanya terlihat sedikit agak pucat. Akan tetapi obat tetes mata sepertinya agak cocok, dengan 3 kali test sudah normal kembali.

Karena demikian situasinya, saya mencoba untuk memasak sendiri makanan dan lauk pauk serta menghindari membeli di warung. Saya memilih sayur bening seperti biasa kesukaan beliau. Ada kejadian dimana saya selaku putra telah melakukan kesalahan besar, namun memang seakan akan tak bisa terhindarkan. Apa pasal...? Di saat saya mengiris iris sayuran baik dari : kacang panjang, jipan, daun so, cabe merah, tahu, tempe dan lain lainnya yang diperlukan, beliau mengacak acak dan seperti akan membanting. Saya maklum tensinya sedang tinggi, dan maunya cukup membeli saja agar tidak makan waktu. Akhirnya, saya tak sadar dicampur rasa sedikit agak marah dan meja di tengah dekat kursi tidurnya saya tendang dengan speed rendah. Sebab, saya mau membantah cukup tidak ada nyali dan saya merasakan tensi saya juga agak naik karena terasa nyut nyut di kening.

setelah sehat bisa saksikan pengajian di you tube

Setelah situasi bisa dikendalikan dan ibu saya mohon untuk tidur saja, sebab nanti sekitar 1 jam lagi akan siap saji semua makanan baik nasi lunak (bubur) dan sayuran bening. Dengan demikian saya sedikit lega lalu dilanjutkan masak dengan porsi cukup banyak, yakni 1 panci full sayur dengan kuah agak banyak, sebab saya juga merasakan tensi agak naik juga. Melampaui 1 jam sudah akhirnya semua siap dan saya menikmati dengan makan cukup banyak usai sholat dhuhur. Namun masih teringat sedikit kemarahan saya, habis sholat dhuhur langsung saya minta maaf karena sedikit agak lancang yakni menggubrak meja serta bicara agak tinggi meski sebenarnya beliau tidak bisa mendengar. Maafkan anakmu Ibu, dan sekali lagi semoga kejadian yang baru saya buat supaya dilupakan, Amin.