Pernikahan Tetangga Dan Kisah TPA. Meski judulnya agak tak beraturan, namun ini menjadi semacam kisah amat basic sekali, perjalanan, buku catatan bahkan dalam bahasa agak religi semacam manaqib yang tak pernah bisa hilang. TPA disini bukan Taman Pengajian Anak Anak, akan tetapi Teman Pernah Akrab, dasar ikut iktan netizen +62 suka bikin istilah sendiri semacam konoha dengan Indonesia. Kisah ini memang dibuka dengan informasi akan adanya pernikahan cucu tetangga depan rumah, bahkan seperti keluarga sendiri saat ibunda (alm) masih ada. Tiba tiba ada undangan dengan sohibul walimah adalah Ibu S.Y yang tak lain ibu SY ini adik kandung I.R. Sengaja nama penulis samarkan. Namun yang hadir hari Ahad kemarin 13 September 2026 di gedung wanita Manahan pasti amat dan sangat tahu. Bahkan ini tulisan menurut kami lebih heboh dari temu ayahnya ariel noah loo

nulis ini pas denger lagu ini via audio mp3
.

Terakhir temu dengan S.Y saat kami mau tugas akhir th 1992 dan SY masih mahasiswa di universitas B di Solo. Sementara dengan IR kakaknya terakhir saat reuni SMA tahun 1991 di gedung PPBS. Berapa tahun ini masbro sekalian ?. Lebih dari  30 th pisah tiba tiba bertemu di waktu bersamaan di saat sebuah pesta (walimahan). Kenangan ini seakan akan muncul dan berkibar lagi walaupun ada batas batas sangat ketat, dimana kami juga telah berdua dan IR pun berdua juga, bahkan beliau bilang sendiri sekarang tinggal di PWK Jawa Tengah yang sebelumnya di Banjarbaru Kalsel. Barangkali ini berkah dan anugerah yang Sang Khaliq berikan agar kami bisa menata hati dan qolbu, campur antara benci rindu saat itu hingga legowo menjadi nomor one dan lisanul hal (realitas) yang berlaku. Hati terpaut itu tidak salah dan sangat murni (genuine) apalagi masa masa masih sekolah. Antara mikir belajar, birul walidain (berbuat baik pada ortu), mengerjakan tugas hingga munculah jadwal TPA,hehehehehe. Yang lebih berat bagaimana dan kemana usai SMA ?.....TPA Teman Pernah Akrab (Apel) bahasa yang keren saat masih seragam putih biru. Dan apel pun bukan malam minggu tapi malam Jumat, karena memang hari itu liburnya. Sekarang mahh sekolah apapun sama saja liburnya, kecuali yang masih bandel dengan aturan yuridis formalis. Masih ada koq yang libur jumat itu.

Bagai Kantuk Dilempar Bantal, may be ini istilah yang tepat saat itu. Bagaimana tidak, sekali kirim surat agak dag dig dug via teman pondok, sebut saja mas Budi yauw....kok langsung dibalas dengan kata Okey Boss bahasa saat ini. May be inilah telepati sebelumnya sudah jalan, surat sekedar formalitas untuk menyatakan saja. Toh sebelumnya sudah ada signal signal ke arah itu.....Wahhh, gak tahulah masbro dan mbahbroo (banyak sudah kawan kawan seangkatan yang sudah bercucu). Kalau dipikir pikir waktu tinggal 1 semester saja buat lulus sekolah lanjutan, yang kami agak longgar yakni sepeninggal almukarrom kakek yang sudah wafat di semester ganjil di saat kelas-3. Semester 4 akhir klas-3 mustinya konsen mikir dimana mau kuliah, dimana mau bimbel menghadapi UMPTN (istilah saat itu th 1987). La kok ini malah terjebak dimensi terpautnya hati dengan kaum lawan jenis, salahkah itu ?. Wallohu A'lam, ya tidak salah, hanya perlu pintar atur waktu dan emosi saja....wahhh gayanya menasehati. Yang jelas usai dibalas dengan kata OK Boss, rasanya hari hari terasa ringan dan indah walaupun tugas kami di rumah tetap banyak karena harus sesekali ngajar adik adik kelas bidang bahasa Arab dan bhs Inggris.yang memang ter

Tempo 1 semester bisa dikatakan jalannya tautan hati mulus mulus saja, hanya tak tahu dengan sikap ibunya beliau IR maklum ortunya seorang juragan psr KLW yang tentu omsetnya cukup berlebih buat keluarga dan secara materi memang menengah ke atas. Boleh jadi inilah drama dan lagu antara Aku Suka Singkong, Kau Suka Keju berlangsung. Perbedaan status dalam visi ortu pasti akan lebih kentara pengaruhi anak anaknya. Meski ada kawan akrab IR bilang, pantesnya IR dapat ente lo Kang, bahasa akrab saat ada kesempatan main ke rumah sdr E yang saat ini menjadi istri M yang memang terajut usai lulus SMA. Akhirnya rasa terima kasih kami ucapkan pada kawan pondok kami mas Budi kacamata yang satu kelas dengan IR dan sangat rapat jaga rahasia. Bagaimana tidak, mas Budi amat menghormati saya karena cucu seorang simbah sebagai tokoh lokal yang dikagumi sementara kita kita ini naksir kawan sekelasnya ?. Ya embuhlah.....pokokke ngono, bhs jawanya. Dan untungnya tipe mas Budi bukan suka obral omongan dan IR sendiri memang tipe pendiam.......pendiam tapi memang menghanyutkan....wkwkwkwkwkw, sekarang baru ngomong luuh....weee hampir 30 th pisah tiba tiba temu langsung dengan adiknya coy....dulu adiknya agak galak banget, maklum jiwa bakulnya mirip dengan ibundanya. Kami saja agak senewen kalau temu broo....!! La sekarang jadi tetangga an....mampus Lu Ndroo....Apa kata Mpok Ane, jangan benci benci amat, ntar jadi tetangga gimane ...??

Baru kali ini cahpondokkan tulis juga tanpa konsep asal gasruk saja, yah namanya......emosi jiwa tersimpan tiba tiba bagai lilin dinyalakan lagi dengan ruang tak bisa sembarangan nyalanya.....!!. Akhirnya minggu kemarin kami beranikan diri untuk mendekat ke bagian VIP keluarga besar mempelai wanita, dan sebagian memang sudah kami kenal seperti : H teman SD, dokter N yang sekarang mukim di Cepu Jawa Tengah. Dokter N ini kawan kecil ngaji dan sering lomba qiroah, juaranya gantian. Juga adik dokter N namanya Ida putri alm Bp Mahmud Pringgolayan, tokoh di zamannya adalah akrab dengan keluarga kami. Sementara team entertainment adalah putra Bp Rozi jamaah Al Huda juga. Hari itu kami juga kebagian ngisi acara IKPU (Ikatan keluarga Pengajian Udara) dengan durasi waktu antara jam 10.00 - 10.30 WIB, sehingga istri kami antar dulu di gedung walimahan, pulang lagi buat ngisi di aula pondok. 

Memang dari kecil hingga saat ini mutar muter terus kayak setrika...wkwkwkwkwkw, tanya itu orang pingpongan solo raya. Pokok dimaklumi saja, khususon tulisan ini agak rancak bagai musik yang sedang viral Rentak Kudo Jambi yang tembus viewers dari berbagai negara luar.

Ada critical point yang sedang masuk dalam otak kanan atau kiri ini tepatnya (wahh ini ngacau lagi nih), yakni Pertama saat diterimanya surat alay ala anak sekolah padahal juga sudah SMA. Anggap saja alay, bhs saat ini. Kedua, Momen kelulusan atau wisuda SMA yang ternyata IR pakai kebaya berkerudung bak bidadari pagi waktu itu di gedung Mawar seperti yang mbak B bilang ke kami. Kami biasa saja koq sebenarnya karena tiap malam Jumat sudah saling temu. Woww.....keren coyy.....tiap minggu ternyata.....!! Memang dengan kebaya lebih anggun dan full pesona jawa. Sementara kami sendiri sudah kelewat lega karena diterima di UGM tanpa test. Ketiga, saat pisah raga jiwa sebagai tali persaudaraan biasa saja, TTM alias Teman Tapi Misah loo. Nggak main main lo tempatnya, di rmh ahli sastra Arab saat itu yakni alm Bp RA sebagai peresmian pisah raga jiwa di sore hari......

Ehhh tahunya skr temu lagi coy.....udah ngaku ajja., jangan banyak teori ma guwa.....wadoow apa apaan nih. wkwkwkwkw.....Iso wae ki juragane kaos zaman ning Jogja dengan label ziptshirt.  kacauw..kacauw.

Alhamdulillah minggu kemarin di gdg wanita Manahan terukir besutan kisah sebagai pengisi manaqib kami yang walaupun hanya 1% tetap berarti, karena pernah saling suka cita meski sekilas saja. Masih seperti yang dulu, khas touch feel dan langkahnya, Hanya saat ini tak berkacu (sapu tangan) lagi di wajahnya. Dulu sangat suka dengan menutup wajahnya dengan sapu tangan, lo kok ingat brey......wahhh piye tho, namanya juga sedang caper (cari perhatian) sambil ngapalke bhs arab dan rumus fisika nya Pak Ali T. Entah minggu depan bersua lagi nggak di Batari Slamet Riyadi ? 

wallohu A'lam

Mengharap bertemu jelas makruh hukumnya, sudah punya plat nomor bahkan plat merah.......wkwkwkwkw. Pokok bila temu bahkan akan ramai karena seangkatan akan diundang, anggap saja rejeki yang penting jangan sampai menjadi AIN. Hayo hayo.....yang pakar bhs, what's AIN......wamaa adrooka Maa AIN....?? 

PR buat you you semua yang baca, karena tulisan ini tidak akan saya share dan skipe di blog ini secara konstan saja. Akhir tulisan sambil dengerin Candle In The Wind nya Elthon Jhon, pass banget. Jos Jis Jus.....!!!

Dari Hamba Yang Berusaha Tawadhu' dan Al Faqiir