Tulisan pendek ini jika dibaca alumni khususnya UGM junior hingga senior tentu akan bernuansa sama dengan kita kita yang alumni ugm juga. Selama dies natalis UGM entah tahun mulai 2000 hingga saat ini nama jokowi jarang terdengar. Namun tiba tiba ada kasus besar tentang ijasah ini bahkan telah menyeret tokoh tokoh baik agama hingga dokter menyoalkannya. Enggannnya mantan presiden dengan sidang ijasah bagi beliau memang urusan bagai nyamuk, apalagi jabatannya sudah berakhir. Akan tetapi TIDAK dengan mereka mereka yang memang betul betul benar alumni UGM, bukan kebetulan saja menjadi alumni alias ini sebuah kepalsuan. Namanya alumni sebuah kampus (baca UGM) tentu melewati fase fase nilai transkip tiap semester hingga lulus, kerja praktek bagi jurusan eksak apalagi bidang lapangan seperti Kehutanan, KKN secara umum, penulisan skripsi, dan sidang skripsi atau pendadara, Adakah ini semua ada di momentum diskripsi sang mantan presiden ?.
![]() |
| contoh hasil mesin pencari/ browsing ttg sidang ijsah |
Belum lagi tiap tahun, 5 tahunan ada lustrum tiap jurusan hingga Dies Natalis secara umum tingkat kampus (seluruh fakultas). Apakah di acara acara ini mantan presiden ini hadir ?. Ada.....beberapa video tersebar di medsos menggambarkan semacam reuni, temu kangen dll yang dilakukan oleh sang mantan presiden. Hanya saja acara acara yang dikemas sangat rigid, kaku, formalis sekali. Sementara acara acara yang bertajuk reuni hingga dies tetap formal namun santai dan penuh keakraban. Sepertinya nama Jokowi bagai air riak ditelan ombak besar lautan. Lalu, kenapa sang mantan penguasa RI ini memang ogah dan enggan ke sidang ijasah yang berkali kali diadakan pengadilan baik Solo dan Jakarta ?. Nantikan bahasan baik secara hakikat masalah serta pendekatan nilai nilai moral dan ketuhanan.

0 Comments
terimakasih sudah atensi